Make your own free website on Tripod.com

 

                                                  J a r i n g

 Sumbawa Ekspres

Jl. Nuri No. 42 Kel. Brang Bara Sumbawa Besar - NTB

Telp./Fax.  (0371) 22145 E_Mail: sumeks@wasantara.net.id

Jernih - Objektif - Independen

Opini

Nasional

Mataram

Sumbawa

Bima

Peristiwa

Ekonomi

Olahraga

Hiburan

 

Kebutuhan Tidak Sesuai Rencana, Listrik di NTB Sering Padam 

 

Mataram (11/6), Jaring SE. 

General Manajer PT PLN (Persero) Unit Bisnis Bali, NTB, NTT, Ngurah Adnyana, mengatakan faktor keuangan telah menyebabkan antisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik di NTB tidak sesuai dengan rencana, sehingga berakibat listrik di daerah ini sering padam. 

"Kondisi tersebut mengakibatkan pemadaman 13-15 mega watt (MW) di Pulau Lombok dan beberapa PLTD di Sumbawa dalam kondisi kritis," katanya ketika menyampaikan makalah pada Seminar Nasional Kelistrikan di Mataram, Sabtu (9/6) lalu. 

Dalam makalah berjudul "Menuju Pengelolaan Kelistrikan Mandiri di NTB", dia mengatakan, untuk mengatasi pemadaman listrik di Lombok telah dilakukan berbagai upaya, yakni merelokasi mesin diesel 2 x 6,3 MW dari PLTD Simpang Haru ke Paok Motong (Lombok Timur) yang diperkirakan beroperasi September. 

Selain itu PLN juga menyewa genset 10 MW yang secara bertahap akan mulai beroperasi Juli 2001 dan relokasi mesin pembangkit 2 x 6,3 MW dari Teluk Lembu ke Paok Motong yang akan beroperasi tahun 2002. 

Menurut dia, penyewaan mesin pembangkit dan relokasi mesin diesel tersebut memperberat kondisi keuangan PLN, karena harus mengeluarkan biaya operasional tambahan sebesar Rp 39 miliar termasuk untuk pengadaan BBM. 

Dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 9,6 persen per tahun, maka untuk memenuhi kebutuhan listrik pada tahun 2003-2004 di Lombok akan terjadi defisit pembangkitan, karenanya direncanakan investasi mesin berkapasitas 25-50 MW. 

Adnyana mengatakan, tenaga listrik yang dibangkitkan oleh PLTD didistribusikan melalui jaringan distribusi tegangan menengah (JTM) 20 KV, gardu distribusi dan jaringan tegangan rendah (JTR) 380/220 volt ke rumah pelanggan. 

Hingga kini JTR di beberapa tempat masih menggunakan kawat telanjang yang rawan gangguan, sementara sebagian besar jaringan baru telah mempergunakan kabel berisolasi. 

"Akibat keterbatasan anggaran, kini banyak gardu yang 'overload' (melebihi beban) dan JTR overblast (tegangan rendah) yang belum dapat diperbaiki, sehingga memperburuk pelayanan dan tidak dapat menerima permohonan pasang baru maupun tambah daya," katanya. 

Untuk memperbaiki kondisi jaringan agar bisa melayani kebutuhan permintaan listrik pada tahun 2002 diperlukan investasi baru untuk JTM sepanjang 60 KMS, JTR 96 KMS dan gardu distribusi 5,22 MVA. 

Mengenai struktur pelanggan, Adnyana mengatakan, struktur pelanggan PLN per golongan tarif didominasi oleh pelanggan tarif rumah tangga yang memberikan kontribusi KWH jual 73,2 persen dengan kontribusi pendapatan 56,13 persen. 

Dengan demikian, katanya, realisasi pendataan per KWH jual pada tahun 2000 tercatat Rp 242,85. Akibat keterbatasan dalam pembangkitan, gardu overload dan JTR yang tegangannya rendah, maka sekarang ini terdapat daftar tunggu. 

Daftar tunggu tersebut untuk pasang baru 3.454 pemohon dengan kebutuhan daya 3.705 KVA dan tambahan daya 149 pemohon dengan daya 548 KVA.(ant)

Kru JSE

Mimbar Jumat

Iklan

By: Rusly 2001 Jaring Sumbawa Ekspres. Segala isi dan elemen dari website ini dilindungi oleh undang undang. Dilarang memperbanyak dan/atau menjual isi dari website ini tanpa sepengetahuan pemegang hak cipta.